Hi there, sweet friends! Saya Zie.

Ihiy! Seneng banget deh ada yang kesandung ke blog saya. Hehe. Silakan duduk dan menikmati kudapannya.

Saya mulai aktif ngisi blog zielusiana.com ini sejak bulan November 2017. Waktu itu saya sedang mempertimbangkan untuk mulai belajar ngeblog jadi coba-coba tuh buka blog lama saya di wordpress dan tumblr yang sudah bulukan, tapi stuck. Eh tetiba ada programmer ganteng ngasi hadiah kejutan di suatu sore buat istri tercintanya ini, dan isi hadiahnya adalah nama domain ini dan akun buat log in-nya. Hehe. Begitu kali yaa, cara para programmer buat nge-romantis-in istrinya, ngasi hadiahnya domain, bok!. wkwkwk.

Yaudah, sebagai tanda terima kasih, Bismillah saya mulai “serius” mempelajari blogging (semoga moodnya tetep terjaga, yes?), mulai belajar mempercantik tampilan blog, belajar setting-setting dan belajar nulis tentu saja biar lebih kece.

Terus terang saya jarang sekali menulis di blog, bisanya cuman nulis diary yang free style banget suka-suka gue hehe, jadi ini tantangan tersendiri bagi saya. Meski pada kenyataannya sekarang masih cuma dipakai sebagai blog buat mengerjakan tugas-tugas kelas Bunsay IIP. hehe. Ada sih selingan postingan lain, cuman belum begitu banyak.

Untuk pilihan nama blog, hmmm apaan sih Autumn Maven?

Autumn mewakili karakter saya yang cenderung koleris sanguin dan kata autumn bagi saya lebih mudah untuk menerjemahkannya ke warna yang akan saya gunakan di blog ini. Makanya warna-warna yang saya gunakan  cenderung warna musim gugur. Tapi ada warna-warna winter juga sih karena saya suka, makanya tampilannya juga cukup clean.

Maven, karena archetype saya Maven-Connector, jadi kata Maven mewakili karakter saya yang learner, input dan maximizer (hasil Talent Mapping). Maka saya ingin mendokumentasikan dan berbagi hasil belajar saya melalui blog ini. tentu saja saya disini tidak menuliskannya sebagai ahli, tapi sebagai seseorang yang sedang belajar yang tentunya tidak sempurna dan masih banyak jatuh bangunnya.

Well, karena saya menyukai list dan menyukai angka 9, maka saya pikir akan lebih cocok untuk perkenalan saya bikin list juga hehe. Ini dia

9 things that you probably didn’t know about me:

I. Nama asli saya bukan Zie dan saya baru menemukan passion saya

Nama asli saya Lusiana, nama panggilan beken saya Zie. Saya adalah seorang wanita pembelajar. Passion saya adalah belajar tentang Self mastery dan Family Mastery dan menyukai konsep Home Education. Ketiga hal ini berkaitan dengan misi hidup saya, in syaa Allah. Maka blog ini akan didominasi dengan tulisan tentang perjalanan saya dalam mempelajarinya serta perjalanan saya dalam mencari dan menjalankan misi hidup saya.

2. Saya adalah seorang Pluviophile dan Bibliophile yang kinestetik

Saya seorang pecinta hujan (Pluviophile) dan pecinta buku (Bibliophile) yang menyukai kegiatan outdoor dan fisik terutama yang berhubungan dengan air, angin, dan rerumputan. Saya menyukai main hujan, berenang, arung jeram, paralayang, dan piknik di rerumputan. Saya juga pernah aktif mengikuti beberapa kegiatan olahraga bela diri dan pecinta alam sejak SMA.

3. Saya menyukai dunia kreativitas dan organizing

Saya menyukai dunia art, craft, desain dan seni berbenah (organizing & tidying-up). Saya jatuh hati dengan Konmari Method. Saya juga menyukai kegiatan DIY terutama membuat alat dan produk pendukung home organizing & tidying-up. Terkait hal organizing dan apa yang saya sukai, bullet journal menjadi pilihan yang pas bagi saya dan suami untuk mengakomodir pencatatan dan tracking semua agenda, kegiatan, habits hingga visi misi kami.

Pun saya juga jatuh cinta dengan metode Design Thinking sejak jaman kuliah magister kemarin. Alhamdulillah saya kuliah di bidang yang saya sukai, yaitu desain. Saya bercita-cita suatu saat saya ingin membuat buku ilustrasi untuk anak-anak dan motherhood journey. So, topik-topik ini pun pastinya akan mewarnai blog saya juga, in syaa Allah. (hayoo, ada yang kesukaannya sama dengan saya?)

4. Saya pernah lulus dua kali dari fakultas dan kampus yang sama

Bicara soal desain, Alhamdulillah saya lulus S1 (kriya) dengan gelar S.Ds di tahun 2009 dan S2 (Fashion & Digital) dengan gelar M.DS di tahun 2015. Keduanya saya dapatkan dari Fakultas Seni Rupa dan Desain di kampus ITB (Alhamdulillah dengan beasiswa PPA dan Beasiswa Unggulan Dikti). Bukan karena rajin-rajin amat sih kuliah dua kali hehe, tapi kuliah yang kedua itu saya kejeblos pas lagi nyari kegiatan pelarian pas down banget abis batal nikah tahun 2013. Alhamdulillah iseng-iseng daftar, malah keterima.

Jadi bisa lebih positif deh kegiatan waktu itu, lumayan ngilangin galau, meski ujungnya ribet juga ama tugas. bagaimana tidak, normalnya 2 tahun kudu beres 1,5 tahun. :)) tapi sejauh ini sih, alhamdulillah gak merasa salah jurusan meski sekarang tidak berkarir 100% dibidang ini tapi saya menyukainya. Dulu saya suka bikin karya dari tanah liat juga (pottery/ceramic) secara itu sub jurusan S1 saya, hehe. Tapi sekarang off karena belum ada tempat yang sesuai untuk kegiatan ini plus moodnya belum nongol lagi he he.

5. Saya pernah jadi karikaturis yang nongol di koran nasional dan kemudian berhijrah

Dulu (sejak 2011) saya sempat menyeriusi bikin karya karikatur dan ilustrasi wajah semi realis sebagai kegiatan sambilan saya (saat itu saya sedang belajar menjalankan bisnis galeri fashion khusus bayi dan ibu bersama teman saya). Bahkan meski karya saya masih cupu saat itu, hehe, Saya pernah diliput koran nasional; Republika di rubrik kreatipreneur edisi Rabu, 27 Februari 2013, oleh seorang wartawan kece, teman saya sendiri hehe.

“Bisnis” karikaturnya cukup berkembang dan saya memiliki beberapa pelanggan tetap di beberapa perusahaan besar yang biasanya request hadiah untuk karyawannya yang resign atau pensiun. Maka akhir 2016 saya berpikir untuk mulai serius membuat branding dan marketing toolsnya, biar profesional, pikir saya. Nah, ketika baru saja semuanya jadi dari percetakan, Maa syaa Allah Tabarakallah tak disangka ada hidayah menyapa saya dan akhirnya Bismillah di awal tahun 2017 saya memutuskan untuk berhijrah.

6. Saya pernah mengikuti pameran kecil dengan tema nyentrik setelah saya hijrah dari kariaktur

Sejak saya off dari menggambar karikatur dan ilustrasi wajah demi keyakinan dan ketenangan hati saya (semoga saya tetap istiqomah dengan keputusan tersebut, bismillah), tanpa diduga ada beberapa teman yang juga sedang belajar mengambil jalan yang sama, maka kami pun menyelenggarakan Pameran DMMB (Dilarang Menggambar Makhluk Bernyawa) yang diselenggarakan di galeri Seni milik teman kuliah saya waktu S1, yaitu galeri seni Titik Temu Space yang berlangsung pada 16-23 April 2017. Saat itu saya berkesempatan mendapatkan sesi sharing 1 hari sebelum hari penutupan untuk bercerita tentang perjalanan hijrah saya dalam berkarya.

7. Saat ini saya lebih bermain dengan watercolors, doodle, hand lettering, dan brush calligraphy

Sejak berhijrah saya mulai fokus belajar bermain dengan traditional art seperti watercoloring, doodling, hand lettering, dan brush calligraphy. Saya sempat mengikuti workshopnya dari calligrapher dan watercolorist yang saya suka. Meskipun pada akhirnya tidak begitu rutin, karena kegiatan itu saya lakukan hanya di waktu senggang saja untuk me time yang awalnya sebagai pengalihan dari karikatur.

Kadang saya juga membuatnya berdasarkan pesanan (project). Akhir-akhir ini saya diberi kesempatan untuk mengisi kulwap basic hand lettering dan Workshop basic hand lettering untuk beberapa komunitas seperti NAK Indonesia & Institut Ibu Profesional juga workshop lettering yang diadakan beberapa himpunan mahasiswa UI. Kedepannya berharap suatu saat bisa ngisi workshop watercoloring juga plus membuat video-video tutorial semua artwork saya.

8. Saya mulai fokus di ranah domestik & menikmati kolaborasi dengan suami sebagai chief mate & kaptennya.

Sejak 2017 saya mulai menikmati membuat karya-karya desain grafis: infografis, desain presentasi, UI/UX design, flyer, poster dll.   Meski belum begitu mumpuni karena sebenarnya gak menghayati dunia desain grafis 100% karena merasa kurang berbakat hehe, saya menyukai membuat desain grafis untuk membantu pekerjaan suami saya di kantor.

Tidak jarang juga kami berkolaborasi dalam suatu project, saya sebagai desainer grafisnya dan dia programmernya untuk membuat apps baik dari kantor atau freelance project yang kami dapatkan. Dan saat itu kami juga sedang berkolaborasi dalam membangun startup bersama beberapa teman kami.

Dan tak hanya itu, kadang ada permintaan desain dari beberapa komunitas yang saya ikuti, ada juga permintaan mengisi workshop lettering atau pesanan desain dan lettering. Tak jarang saya disarankan pak suami untuk menolaknya dengan berat hati karena kewalahan. Maa syaa Allah.

Nah sejak awal 2018 saya sering jatuh sakit karena kewalahan dan kelelahan dan tak jarang beberapa target domestik kami tidak tercapai maksimal. hal itu membuat saya bertanya pada diri sendiri ” Jadi apa prioritasmu?”. Maka sejak itu saya mulai memantapkan diri untuk fokus kedalam, fokus menjalankan peran di keluarga dan fokus membenahi diri berbekal mantra “Jika kamu bersungguh-sungguh kedalam, maka kamu pun akan bersungguh-sungguh keluar”.

Sejak itu saya direstui untuk mulai mengurangi bahkan off dulu dari semua kegiatan mendesain untuk klien/komunitas/keperluan lainnya. Namun saya diminta pak suami untuk fokus berkarya untuk diri saya sendiri juga untuk keluarga kecil kami ini. Mulai menjalankan peran chief mate bagi pak kapten (suami) juga manager keluarga dengan total.

Alhamdulillah saya makin jatuh cinta dengan peran ini saat makin fokus tanpa terdistraksi “pekerjaan/bisnis” diluar. Makin seru karena saya diberi kebebasan untuk mengorganize rumah dan keluarga dengan gaya saya sendiri yang ternyata sejalan dengan pak kapten. Alhamdulillah. Dan berharap bisa menjalankannya dengan profesional. aamiin.

9. Saya dan suami saya serba kebalikan

Saya dan suami saya berasal dari almamater yang sama. Dia jurusan Matematika 2003 dan saya FSRD 2005. Kami sama-sama dari Bandung dan sekarang berdomisili di Jakarta Selatan. Kami memiliki sifat yang serba kebalikan namun banyak selera kami yang mirip (bibliophile, pluviophile, tema belajar dan bacaan, makanan, & selera style interior; scandinavian).

Dia seorang Winter maven dan saya Autumn maven. Saya ENTJ dan dia ISFP. Kami berasal dari keluarga yang juga bertolak belakang sifatnya hehe, saya dari keluarga yang cenderung sanguin koleris, sementara keluarga dia cenderung melankolis plegmatis. Perbedaan ini menjadi peluang kami bersinergi juga kadang menjadi tantangan dalam berkomuniaksi terutama ketika berhubungan dengan keluarga besar.

—-

Well, kembali ke topik blog. In syaa Allah disini juga akan ada beberapa free printable artwork yang bisa didownload teman-teman, bisa untuk ngisi me timenya, atau untuk we time bersama pasangan dan anak-anak. Do’akan saya rajin updatenya ya hehe..

Semoga ada kebaikan yang bisa diambil dari tulisan-tulisan di blog ini, terlepas dari segala kekurangan dan kelemahan saya. Jika ada kebaikan maka itu datangnya dari Allah, dan jika ada kesalahan maka itu datangnya dari saya. feel free to share and discuss with me.

 

With Love,

Write A Comment