Aliran Rasa – Tantagan 10 Hari
Kelas Bunda Sayang Materi #2 :
Melatih Kemandirian
Institut Ibu Profesional

Maa syaa Allah Tabarakallah.

Fokus pada Proses dan Progres

Alhamdulillah kami diberikan semangat untuk menjalankan tantangan di kelas Bunda Sayang IIP level 2 ini. Sehingga kami berhasil menjalankannya dengan kategori Outstanding Performance untuk pertama kalinya. Sementara di level 1 kemarin kami hanya menjalankan tantangan 10 hari saja dan ada yang dirapel. hehe

Kami ingin menyampaikan apa yang kami rasakan dan pelajari selama menjalani tantangan ini. Di IIP ini disebut Aliran rasa. Kami merangkum aliran rasa kami itu dalam sebuah quotes berikut :

Quote yang kami (saya dan suami) buat ini rasanya sangat mewakili atas apa yang kami rasakan selama tantangan melatih kemandirian kemarin. Kami merasakannya baik sebagai individu maupun pasangan.

Dalam latihan atau pun membangun habit, kita bisa banyak berbuat kesalahan atau kegagalan. Tapi, seiring semakin seringnya latihan, maka kesalahan atau kegagalan pun akan semakin berkurang.

Kami banyak mengalami kegagalan. Sehingga kadang membuat kami kesal dan kecewa terhadap diri sendiri maupun pasangan. Dan itu tak jarang mengendurkan semangat kami untuk terus berproses. Tapi, seiring dengan semakin seringnya kami latihan, kegagalan semakin berkurang. Alhamdulillah. Hal itu dikuatkan lagi dengan  kunci sense of victory.

Yup, dengan memiliki sense of victory, komitmen untuk tetap melatih kemandirian itu tetap ada bahkan membesar. Itu, kami rasakan sendiri. Setiap kali berhasil melakukan tantangan kami merasa menang, sehingga membuat kami melakukannya kembali. Bahkan dengan hasil yang lebih baik.

Hal itu mungkin terjadi bila latihan dimulai dari yang skala kecil. Memulai dengan sesuatu yang mudah dan cepat, tetapi rutin. Maka kita akan membuat kemenangan-kemenangan kecil yang sering dan akhirnya membangun sense of victory. Mental inilah yang menjaga untuk tetap berkomitmen dan maju terus untuk tetap mencobanya.

Memulai dari yang kecil lah yang membuat kami terhindar dari kerakusan dan ketergesaan untuk menguasai semuanya secara bersamaan. Seperti mantra dari Bu Septi, “one bite at a time”.

Ini pun melatih kesabaran kami dan menyadarkan kami untuk tidak fokus pada hasil akhirnya semata. Tetapi fokus pada proses dan progres yang kami lalui. Bukan pada hasil akhir dan kesempurnaan. Karena setiap langkah, sekecil apapun itu berharga.

Semoga ada manfaat dari tulisan ini. Jika ada kebaikan dari tulisan ini maka datangnya dari Allah, jika ada kesalahan maka itu dari kami, mohon dimaafkan dan diingatkan.

Thanks to Sam Mgrdichian for his awesome photography.

Semangat Belajar,

Write A Comment