Melatih Kecerdasan Emosi dan Spiritual
Kuliah Bunsay IIP – Game Level 3 
#HariKe12

Alhamdulillah, ini adalah hari pertama project ketiga dari serangkaian project melatih kecerdasan emosi dan spiritual kami. Happiness Project ini akan kami posting hingga 5 hari kedepan dalam rangka menyelesaikan tantangan 10 hari kelas Bunsay di Game Level 3 ini. In syaa Allah.

Meski demikian, In syaa Allah project ini akan tetap berlangsung hingga waktu tak ditentukan. Hanya saja tidak akan dilaporkan setiap hari lagi seperti saat ini. hehe

Latar belakang pemilihan Happiness Project ini adalah karena dalam menjalankan kehidupan kami sehari-hari, secara default kami sering merespon dengan cara yang tidak membahagiakan dan memilih hal-hal yang membuat kami tidak bahagia. Sedih, marah, kecewa, bad mood, dan perasaan atau sikap lainnya yang konotasinya negatif.

Bukan tidak boleh sedih, marah, kecewa, ataupun bad mood, tetapi bila itu menjadi rutinitas dan hampir selama seharian membuat kami tidak bahagia, maka mungkin ada yang salah dengan cara kami menjalani hidup.

Bukankah setiap orang ingin bahagia, termasuk kami. Lalu, mengapa respon dan sikap yang berlawanan dengan kebahagiaanlah yang kami pilih? Ternyata, setelah kami analisa, kami memilih respon yang tidak membahagiakan bukan semata-mata karena tidak ingin bahagia secara sadar. Melainkan hal itu terjadi secara otomatis kami pilih karena sudah tertanam di alam bawah sadar.

Sehingga, secara default, cara hidup dan respon yang kami pilih adalah hal-hal yang tidak membahagiakan. Adapun kebahagiaan yang kami rasakan, hanyalah selingan dalam kehidupan kami. Namanya selingan, dia hanya sesaat mampir, tidak berlama-lama. Begitulah yang terjadi pada kami.

Misalnya, saat kami jalan-jalan atau nonton film bareng, kami merasa bahagia. Kami habiskan waktu selama beberapa jam dengan kebahagiaan. Tetapi, sesaat setelah jalan-jalan atau nonton tersebut selesai, maka selesai sudah kebagahagiaan yang kami rasakan. Tiba-tiba, kami kembali ke default awal, yaitu ketidakbahagiaan.

Entah secara tiba-tiba, terpikirkan hal-hal di masa lalu yang membuat kami sedih atau kesal. Atau ada orang lewat dan kami komentari negatif, atau pulang menghadapi kemacetan dan mencak-mencak di jalan lalu tiba di rumah dalam keadaan lelah dan suntuk. Kebahagiaan yang kami rasakan dari we time seperti tiba-tiba menguap begitu saja. Kebahagiaan seperti hanya numpang lewat dalam hidup kami.

Karena itulah Happiness Project ini dipilih. Goal besarnya adalah me-reset alam bawah sadar kami dari default tidak bahagia menjadi bahagia. Ini adalah program untuk melatih diri dalam memilih secara sadar respon-respon dan sikap yang membahagiakan setiap hari sehingga tertanam ke alam bawah sadar. Dengan begitu, kami berharap happiness menjadi default kami menjalani kehidupan.

Sehingga, saat sesuatu yang tidak membahagiakan datang, dia hanya hadir sesaat saja, sebatas kewajaran kami sebagai manusia yang bisa merasa sedih, marah, kesal, atau bad mood, tetapi tidak berlebihan atau berlama-lama merasakannya.

Happiness Project ini sangat erat kaitannya dengan 2 project sebelumnya, yaitu Focus Project dan Gratitude Project. Dengan focus, kami mempunyai kemampuan untuk berdialog dengan diri sendiri dan mengambil jeda sebelum memilih keputusan atau tindakan.

Sementara Gratitude project, ini adalah 1 tahapan lanjutan setelah berdialog dengan diri sendiri sebelum memilih untuk berbahagia. Ya, bersyukur terlebih dahulu atas apapun keadaan yang ada pada diri, lalu memilih untuk berbahagia.

Dengan demikian, kronologisnya adalah ketika ada suatu kejadian apapun atau sedang mengalami perasaan tertentu, saya berusaha untuk fokus sampai berdialog dengan diri sendiri. Lalu, berkata pada diri sendiri, atas kejadian atau perasaan ini, saya bersyukur dan memilih untuk berbahagia.

Baiklah, inilah rangkuman Happiness Project kami :

  • What : Happiness Project adalah proyek saya dan suami untuk memprogram alam bawah sadar sehingga default hidup kami adalah bahagia.
  • Who : Yang akan menjalankan tantangannya adalah saya sendiri. Sementara Pak suami akan menjadi observer.
  • Why : Karena kami ingin menjadi orang yang penuh syukur dan bahagia menjalani hidup.
  • When : Dimulai tanggal 16 – 20 Januari 2018. Dan selanjutnya In syaa Allah akan dilanjutkan hingga tak terbatas waktu. Observasi dilakukan selama sehari penuh dan evaluasi dilakukan sehari sekali dimalam hari saat family forum.
  • Where : Dimana pun kami berada, In syaa Allah
  • How : Ada 5 cara yang akan kami lakukan dalam project ini, yaitu:
  1.  Setiap bangun tidur, secara lisan mengucapkan “Aku bersyukur atas kesempatan hidup pagi ini dan memilih untuk mengawali hari ini dengan berbahagia”. Setiap menjelang tidur, secara lisan mengucapkan “Aku bersyukur atas hari ini yang telah kulalui dan memilih untuk menutup hari ini dengan berbahagia.”  Setiap selesai shalat dzuhur mengucapkan “aku bersyukur atas setengah hari yang telah kulalui dan memilih untuk berbahagia.”
  2. Secara lisan memilih respon bahagia atas kejadian tertentu, baik yang dipandang menyenangkan ataupun tidak. Diawali dengan bersyukur bila hal itu menyenangkan, dan diawali dengan menerima perasaan terlebih dahulu bila hal itu kurang menyenangkan lalu diikuti juga dengan bersyukur. Misalnya, “Karya design-ku dikritik orang. Aku sakit hati mendengarnya. Aku menerima perasaan sakit hati ini. Aku bersyukur atas kritikan ini karena ada kebaikan dibaliknya dan aku memilih untuk berbagia atas kejadian ini.”
  3. Membuat Happiness Journal yang akan kami isi dengan tulisan singkat dari poin no. 2 pada saat family forum. Misalnya, “Aku menerima kritikan atas karya design-ku. Aku memilih untuk berbahagia atas kritikan ini.”
  4. Membuat Daily Happiness Quotes. Bahagia adalah ketika bisa melakukan apa yang saya suka, salah satunya adalah membuat quotes self reminder. Entah saya buat manual (brush lettering) atau digital. Quotes sendiri maupun tokoh dan lainnya yang pas dengan pembelajaran saya hari itu.
  5. Help others. Ada perasaan bahagia ketika bisa membantu orang lain. Tentu saja sesuai kemampuan dan waktu yang dimiliki. Bisa dimulai dari hal-hal kecil dalam keseharian. ENtah itu membantu suami, keluarga atau teman.

Dengan memperbanyak memilih berbahagia di beberapa titik waktu dalam 1 hari, mudah-mudahan itu akan membentuk pola bahagia dan menginstal kebahagiaan ke alam bawah sadar kami sehingga in syaa Allah bahagia akan menjadi default hidup kami.

*catatatan: metode yang digunakan dalam project ini bisa jadi akan mendapat perubahan atau penambahan metode baru guna pencapaian yang lebih maksimal seiring praktik yang kami lakukan.

Selamat Melatih Kecerdasan,
Have a great day

Write A Comment