Melatih Kecerdasan Emosi dan Spiritual
Kuliah Bunsay IIP – Game Level 3 
#HariKe14

Hari ketiga dari Happiness Project. “Saya bersyukur atas kesempatan hidup pagi ini dan memilih untuk mengawali hari ini dengan berbahagia”. Ucapan itu saya ulangi di pagi ini.

Hari ini  masih terngiang-ngiang soal help others. So, saya bikin karya Daily Happiness Quotes hari ini tentang help others. Ada sebuah quotes dari Ustadz Nouman Ali Khan yang saya sukai dan pas banget dengan yang saya rasakan.

My Daily Happiness Quotes Day #3 – design by me

Sesi help others hari ini, adalah bersedia untuk sharing di KC Teens pas acara milad IIP hari Ahad nanti. Materi yang akan kami share adalah tentang profesi desainer grafis dan programmer, ya saya dan suami yang akan sharing duet maut hehe. Mungkin gak akan seberapa, tapi mudah-mudahan ada manfaat yang bisa kami bagikan meski sebentar dan sedikit. Saya berharap itu menjadi secuil kontribusi kami untuk acara milad IIP, karena saat ini saya tidak bisa terlibat penuh di kepanitiaan IIP.

Tulisan di Happiness Journal saya hari ini tentang feedback. Jadi ceritanya tadi sempat saya chatting dengan beberapa teman, tapi saya sempat menunda untuk membalas pesannya karena nyambi kerjaan rumah. Kemudian salah satu teman menyampaikan unek-unek bahwa si a “nangis di pojokan” karena belum dibalas pesannya oleh saya dan meminta saya untuk segera membalasnya. Hmmm, padahal saya berniat membalasnya di waktu yang lebih leluasa karena jawbannya akan cukup panjang.

Saya saat itu merasa dituntut untuk selalu segera membalas tiap pesan yang masuk. Apa yang orang tida tahu adalah saya sedang mengerjakan pekerjaan dan prioritas lain yang lebih urgent. Ada rasa  kesal yang muncul. Saat itu saya berharap orang lain mengerti dan menghargai waktu orang lain karena setiap orang punya kesibukan masing-masing yang menghalangi dia dari layar smartphone-nya.

Saya sempat merasa kesal untuk  beberapa saat. Tapi, kemudian saya mengajak diri saya untuk merenung dan berdialog dengan diri sendiri. Saya menyelami perasaan saya dan menilai apa yang sedang terjadi. Ini adalah situasi dimana saya tidak punya kendali atas orang lain ketika mereka menuntut saya untuk segera menjawab chatting mereka. Mereka bisa jadi terburu-buru karena ada sesuatu yang mereka harapkan segera dari jawaban saya.

Karena tuntutan itu diluar kendali saya, sementara perasaan saya ada dalam kendali saya, maka saya memilih untuk sepenuhnya mengambil kuasa atas perasaan saya, tidak larut dan dikendalikan rasa kesal. Saya memutuskan untuk menerima perasaan kesal saya lalu merelakannya dan akhirnya memilih untuk merasa bahagia. Alhamdulillah, setelah itu saya merasa lebih baik.

Saya mengerti mengapa orang mengharapkan jawaban segera. Apalagi di zaman yang serba cepat dan instan ini, orang relatif berharap mendapat segala sesuatu dengan segera, termasuk balasan chatting dari seseorang, padahal belum tentu urgent jawabannya.

Bisa jadi ada jawaban yang urgent dan kita perlu aware untuk segera membalasnya, tapi kita pun perlu membangun awareness bahwa orang lain pun punya kesibukan dan prioritas masing-masing. Maka, kita pun perlu belajar untuk memberi jeda dan menghargai waktu serta prioritas orang lain. Dengan begitu, kita pun tidak perlu menuntut seseorang untuk segera memberi balasan chatting, apalagi bila hal itu memang tidak urgent.

Alhamdulillah. I’m so grateful today. Maka malam ini, saya ingin menutup hari sebelum tidur dengan mengucapkan; “Aku bersyukur atas hari ini yang telah kulalui dan memilih untuk menutup hari ini dengan berbahagia.”

 

Selamat Melatih Kecerdasan,
Have a great day

 

Write A Comment