Semua Anak adalah Bintang
#KuliahBundaSayang – Game Level 7
Tantangan #DayKe_15

Alhamdulillah hari terakhir tantangan Game Level 7.  Hari ke 5 pak suami mengobservasi si saya. Yuk ah kita simak hasil observasinya..

Responsibility & Maximizer

Mulai dari sukarelawan sampai berbayar, yang ringan sampai yang berat lembur-lemburan, satu bakat yang paling bold yang paling saya rasakan selama mendampingi istri saya adalah Responsibility-nya yang dilengkapi dengan Maximizer-nya. Tak heran bila hasil Talents Mapping untuk Responsibility-nya  berada di posisi pertama dan Maximizer-nya di urutan ke-6.

RESPONSIBILITY, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi atas komitmen yang telah dibuat, baik besar ataupun kecil, dan merasa terikat secara emosional atau psikologis untuk memenuhi atau menjalaninya hingga selesai.

MAXIMIZER, fokus pada kekuatan-kekuatan yang ada sebagai cara untuk merangsang keunggulan pribadi dan kelompok dan cenderung untuk mengubah sesuatu baik dan membuatnya menjadi jauh lebih baik lagi.

Bila diberikan pekerjaan padanya, in syaa Allah akan diselesaikannya. Memang, sesekali dia mengalami bad mood dan malas karena satu dan lain hal yang benar-benar mengganggu, tetapi in syaa Allah akan tetap diselesaikannya walaupun di last minute.

Tanggung jawabnya pun tidak berhenti hanya sekedar menyelesaikannya saja, tetapi bakat maximizer-nya menjadikannya membuat standar tinggi bagi dirinya sendiri agar hasilnya semaksimal mungkin. Walaupun, justru seringkali dia melihatnya masih kurang maksimal kerja dan hasilnya karena tingginya standar yang dia tetapkan.

Contoh paling memorable di waktu terakhir ini yang dia selesaikan salah satunya adalah ketika dia menjadi relawan untuk posisi graphic designer di acara wisudaan IIP Batch 3. Siang malam dia mengerjakan design spanduk, membuat video, dan media promosi lainnya agar hasilnya disukai para panitia dan wisudawati.

Pekerjaannya sudah selesai dalam beberapa hari saja, tetapi jiwa maximizer-nya selalu mendorongnya untuk terus meningkatkan kualitas karyanya. Alhasil, pekerjaannya selesai lebih lama dengan lembur-lemburan, tetapi alhamdulillah masih on-time dan hasilnya disukai banyak orang.

Contoh lainnya adalah ketika dia masih aktif membuat karikatur yang dipesan untuk orang lain. Siang malam dia kerjakan agar hasilnya sesempurna mungkin dalam kapasitasnya yang masih belajar membuat sketsa.

Kadang-kadang bad mood menghampirinya saat mengerjakannya, tetapi responsibility mendorongnya untuk menyelesaikannya secara on-time dan maximizernya mendorongnya untuk melewati batas-batas yang dia mampu. Alhamdulillah kebanyakan kliennya menyukai karyanya yang dinilai cukup detil hingga mempunyai pelanggan dan fans.

Sejauh ini, tak terhitung jumlah tanggung jawab yang sudah dia selesaikan dan semaksimal mungkin hasilnya. Alhamdulillah, di rumah pun saya merasakan tanggung jawabnya selalu diselesaikan dan hasilnya jauuuh melebihi ekspektasi saya. Masya Allah Tabarakallah.

“Fabiayyi Ala I Robbikuma Tukadziban”

“Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

 

Selamat mengobservasi kelebihan anak, suami atau orang terdekatmu,
Have a great day

Write A Comment