Materi Cemilan Pertama
Level 8 – Cerdas Finansial
Kuliah Bunsay Institut Ibu Profesional

Kali ini materi pendukung agar anak cerdas finansial setelah sebelumnya saya posting materi inti “Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini” disini.

Pelajaran Keuangan Bagi Anak

Seringkali uang masih dianggap sebagai sumber potensial yang sering dihubungkan dengan kesusahan dan kesenangan. Anda banyak uang maka anda senang, anda berhasil.

Pun sebaliknya, uang seringkali digunakan untuk mengukur kualitas hidup dan memperjelas perbedaan si kaya dan si miskin.

Secara intelektual kita semua tahu bahwa fungsi uang adalah salah satu alat tukar, namun pada kenyataannya uang memiliki fungsi yang lebih banyak dari itu.

Banyak yang membuat kesalahan dengan berpikir bahwa semua kesulitan dalam hidup akan hilang jika punya banyak uang, benarkah?

Sebanyak apapun kekayaan yang dimiliki seseorang sama sekali tidak akan menjamin kesuksesan apalagi kebahagiaan hidupnya, bahkan jika kekayaan tadi tidak dikelola dengan baik justru menjadi sumber malapetaka yang mengerikan.

Kekayaan berupa uang adalah satu bentuk kekuasaan, kekuatan. Tetapi apa yang lebih kuat adalah pendidikan finansial.

Uang datang dan pergi, tetapi jika anda mempunyai pendidikan tentang bagaimana uang bekerja, anda memperoleh kekuasaan atasnya dan dapat mulai membangun kekayaan.

Alasan mengapa pemikiran positif saja tidak berhasil adalah karena kebanyakan orang pergi ke sekolah dan tidak pernah belajar bagaimana uang bekerja, sehingga mereka menghabiskan hidup mereka untuk bekerja demi uang.

Inilah 4 bidang keahlian finansial yang harus anda pelajari dan mengajarkannya kepada anak.

1. Akuntansi atau Melek finansial

Melek finansial adalah kemampuan untuk membaca dan memahami laporan finansial. Kemampuan ini mengizinkan anda untuk mengenali kekuatan dan kelemahan bisnis apapun.

2. Investasi

Inilah yang disebut ilmu pengetahuan tentang uang yang menghasilkan uang. Ini mencakup strategi dan formula. Ini adalah otak bagian kanan atau sisi kreatif.

3. Mengerti Pasar

Ilmu pengetahuan tentang penawaran dan permintaan.

4. Hukum

Kesadaran akan akuntansi, korporasi, peraturan negara dan nasional. Misalnya, memanfaatkan korporasi dengan dibalut dengan ketrampilan teknis tentang akuntansi, investasi dan pasar dapat membantu pertumbuhan yang luar biasa.

Kak Seto dalam tulisannya 7 Pelajaran Keuangan bagi Anak Anda menjabarkan bahwa anak adalah pantulan gambar yang muncul ketika orang tua bercermin.

Jika anda memutuskan mulai mengajarkan keuangan pada anak lakukan beberapa hal sebagai berikut :

1. Anda harus menganalisa cara pandang anda dan pasangan terhadap uang. Lakukan koreksi riwayat keuangan anda dan pasangan serta jalin komunikasi keuangan dengan anggota keluarga.

2. Samakan persepsi tentang arti uang di mata anak, bahkan kita harus membedakan antara anak laki-laki dan perempuan. Ajarkan anak mengambil keputusan keuangan dan belajar proses pengambilan keputusan secara sederhana, seperti membandingkan harga ketika belanja di pasar dan swalayan.

3. Memberikan anak uang saku sejak dini merupakan langkah awal bagi orang tua mengajarkan kecerdasan finansial yang bagus. Baik itu uang saku mingguan, dua mingguan atau bulanan. Jangka waktu dapat disesuaikan dengan usia dan beban tanggungjawab yang ingin ditambah. Uang saku juga dapat mengajarkan anak konsep ‘pendapatan’, sehingga anak tidak hanya belajar mengatur jajannya dari uang yang didapat tetapi juga bertanggungjawab atas pengeluaran yang direncanakan untuk jangka waktu lebih lama.

4. Setelah mendapat uang saku, ajarkan anak untuk membuat rencana pengeluaran dengan menggunakan konsep 10/10/10/70. Dimana besaran itu terdiri dari 10% beramal, 10% menabung, 10% investasi, sisa 70% untuk pengeluaran. Pada awalnya konsep 10/10/10/70 ini akan terasa berat tetapi inilah saatnya memulai kebiasaan positif untuk masa depan yang baik.

5. Kata investasi menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orangtua karena tidak biasa mendengarnya, tapi ini merupakan hal penting. Mengajarkan anak berinvestasi untuk mencapai tujuan jangka panjang dan menabung untuk mencapai tujuan jangka pendek  sama pentingnya dengan mendisiplinkan anak untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk dikonsumsi di masa mendatang.

6. Jalin komunikasi dengan anak tentang sekolah yang dituju, berapa lama waktu pencapaiannya dan kegiatan ekstrakurikuler yang anak ikuti dapat memberikan gambaran pada orangtua tentang besaran biaya yang diperlukan serta memberikan informasi pada anak tentang proses pencapaian suatu tujuan.

7. Memberikan gambaran kepada anak tentang pilihan untuk mendapatkan penghasilan, bekerja, atau berwirausaha. Sekaligus memberikan informasi tentang keduanya.

Demikian sekelumit tulisan tentang pelajaran keuangan pada anak. Selamat mencoba.

 

Referensi

  • Bunda Sayang 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak, Komunitas Institut Ibu Profesional, Gazza Media, Jakarta, Desember, 2013
  • Rich Dad, Poor Dad, Robert T. Kiyosaki dan Shanon L. Lechter, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, September, 2000
  • http://rumahcerdasfinansialkakseto.com/index.php/artikel/artikel-keuangan-keluarga/7-pelajaran-keuangan-bagi-anak-anda.html&hl=id-ID diakses 1 Juni 2018
  • http://googleweblight.com/i?u=http://rumahcerdasfinansialkakseto.com/index.php/artikel/artikel-keuangan-keluarga/7-pelajaran-keuangan-bagi-anak-anda.html&hl=id-ID diakses 1 Juni 2018

*Tulisan ini disadur dari materi cemilan Rabu di grup whatsapp kelas Bunsay IIP Batch 3 – Jakarta yang diposting pada tanggal 27 Juni 2018.

Selamat menikmati cemilannya…
Have a great time!

Write A Comment