Materi Cemilan Keempat
Level 8 – Cerdas Finansial
Kuliah Bunsay Institut Ibu Profesional

CERDAS FINANSIAL DAN RAMAH LINGKUNGAN

Setiap keluarga bisa mengambil peran untuk membuat rumah menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman.

Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk kenyamanan rumah sebagai tempat tinggal. Karena gaya hidup ramah lingkungan yang dilaksanakan dalam sebuah rumah dapat berpengaruh dalam menghemat pengeluaran belanja rumah tangga, sehingga dapat mewujudkan sebuah keluarga yang cerdas financial dan ramah lingkungan.

Menciptakan “Gaya Hidup Minim Sampah” dan “Sampah bisa Jadi Uang”, yang dimulai dari perubahan perilaku keluarga dalam mengelola sampah, dengan lokomotif utama adalah Ibu dan Anak.

Ibu dan Anak dapat merubah perilaku dalam mengelola sampah, serta penunjukan Change Agent (Agen Perubahan ) Remaja yang bertanggungjawab atas perilaku mengelola sampah minimal di rumahnya dan 1 keluarga binaan, sehingga dapat terwujud Gaya Hidup Keluarga Minim Sampah.

Berikut beberapa Tips terkait Cerdas Financial dan Ramah lingkungan :

1. BANK SAMPAH

Apa itu Bank Sampah?

Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah.

⭐ Warga yang menabung yang juga disebut nasabah memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam.

⭐ Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang nantinya akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama. Sedangkan plastik kemasan dibeli ibu-ibu PKK setempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan.

Tujuan dan Manfaat Bank Sampah

Tujuan dibangunnya bank sampah sebenarnya bukan bank sampah itu sendiri.

⭐ Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah.

⭐ Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

⭐ Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola ini maka warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan.

Bagaimana Proses dan Cara Kerjanya?

  1. Sama seperti di bank-bank penyimpanan uang, para nasabah dalam hal ini masyarakat bisa langsung datang ke bank untuk menyetor.
  2. Bukan uang yang di setor, namun sampah yang mereka setorkan.
  3. Sampah tersebut di timbang dan di catat di buku rekening oleh petugas bank sampah.
  4. Dalam bank sampah, ada yang di sebut dengan tabungan sampah.
  5. Hal ini adalah cara untuk menyulap sampah menjadi uang sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dari sampah khususnya plastik sekaligus bisa dimanfaatkan kembali (reuse). Biasanya akan di manfaatkan kembali dalam berbagai bentuk seperti tas, dompet, tempat tisu, dan lain-lain.
  6. Syarat sampah yang dapat di tabung adalah yang rapi dalam hal pemotongan. Maksudnya adalah ketika ingin membuka kemasannya, menggunakan alat dan rapi dalam pemotongannya. Kemudian sudah di bersihkan atau di cuci.
  7. Yang terakhir, harus menyetorkan minimal 1 kg. Ada dua bentuk tabungan di bank sampah. Yang pertama yaitu tabungan rupiah di mana tabungan ini di khususkan untuk masyarakat perorangan. Dengan membawa sampah kemudian di tukar dengan sejumlah uang dalam bentuk tabungan.
  8. Beberapa contoh kemasan plastik yang dapat di tukar yaitu menurut kualitas plastiknya :

👛 Kualitas ke 1 yaitu plastik yang sedikit lebar dan tebal (karung beras, detergen, pewangi pakaian, dan pembersih lantai).
👛 Kualitas ke 2 yaitu plastik dari minuman instan dan ukurannya agak kecil (kopi instan, suplemen, minuman anak-anak, dan lain-lain).
👛 Kualitas ke 3 yaitu plastik mie instan.
👛 Kemudian kualitas ke 4 yaitu botol plastik air mineral.

Yang paling rendah yaitu kualitas 0 adalah bungkus plastik yang sudah sobek atau tidak rapi dalam membuka kemasannya. Karena akan susah untuk di gunakan kembali dalam berbagai bentuk seperti tas, dompet, tempat tisu, dan lain-lain. Untuk kualitas yang terakhir, harus di setor dalam bentuk guntingan kecil-kecil (di cacah).

Bentuk tabungan sampah yang kedua di sebut tabungan lingkungan. Tabungan lingkungan adalah partisipasi perusahaan dan kalangan bisnis untuk pelestarian lingkungan. Tabungan ini tidak dapat di uangkan, tetapi nasabahnya akan di publish ke media sebagai perusahaan atau kalangan bisnis yang melestarikan lingkungan. Lebih lanjut akan di berikan piagam BUMI setiap hari lingkungan hidup.

Inilah salah satu alternatif untuk memecahkan masalah sampah dan ikut berpartisipasi melestarikan lingkungan. Yang pada akhirnya berdampak baik untuk bumi ini. Sekecil apa pun yang kita lakukan untuk bumi ini, pasti akan berdampak besar bagi kelangsungan bumi itu sendiri.

2. Rajin pilah sampah, dan Sampah bisa menjadi uang

Keluarga yang rajin memilah sampah, dan sampah an organik yang bernilai ekonomis dijual di bank sampah, maka akan menjadi tambahan pendapatan  untuk dapur keluarga.  Budaya membuang sampah pada tempatnya, Gerakan Pungut Sampah, budaya pilah sampah harus dimulai sejak dini, sehingga edukasi bank sampah atau sedekah sampah sangat bermanfaat   dalam menanamkan gaya hidup ramah lingkungan dalam sebuah keluarga.
60% dari sampah rumah tangga adalah sampah organik. Keluarga yang rajin mengolah sampah organik menjadi kompos, maka kompos bisa dipakai sebagai pupuk tanaman di rumah, dan bisa dijual sebagai pendapatan tambahan.

3. Membangun Dapur Hidup

“Grow your Own Food”

Yuks menanam tanaman yang bisa dikonsumsi keluarga, sehingga keluarga bisa  mendapatkan makanan sehat dan murah.

4. Berkebun bersama keluarga di rumah

Berkebun itu mudah, siapapun bisa berkebun, asalkan tahu caranya, mau belajar ilmu berkebun dan semangat. Berkebun di lahan yang sempit pun bisa, tak perlu biaya besar, penggunaan bahan bekas untuk wadah tanam pun bisa.

Berkebun bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk liburan akhir pekan bersama keluarga. Untuk pemula, pilihlah sayuran yang mudah ditanam dan berisiko gagal kecil.

Tanaman yang cocok untuk pekebun pemula adalah bayam dan kangkung. Cepat tumbuhnya, mudah perawatannya, dan bisa dipanen dalam waktu 21 hari setelah tanam. (Sumber : Bunda Britania)

5. Liburan edukatif ke Taman Kota

Sebagian besar keluarga, bocor halus pengeluaran terbesar adalah saat weekend, yaitu saat rekreasi bersama keluarga. Keluarga cerdas financial dapat mengisi liburan akhir pekan dengan mengajak keluarga ke taman kota (tidak harus ke mall atau restoran), sehingga liburan dapat lebih edukatif dan murah.

6. Kreatif menggunakan perlengkapan dapur

Kurangi penggunaan tissue, dan gunakan lap karet  (yg biasa digunakan untuk mencuci mobil) atau lap lainnya untuk membersihkan kotoran di dapur atau di rumah. Hal ini dapat menghemat biaya belanja bulanan untuk  biaya belanja tissue, dan ramah lingkungan karena dapat mengurangi sampah.

7. Selalu membawa bekal air minum dalam botol isi ulang

Hal ini lebih hemat untuk mengurangi biaya pembelian air minera dalam botol, dan juga ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan sampah.

8. Membawa wadah makanan sendiri

Saat bepergian sebaiknya selalu membawa wadah makanan sendiri dan kantong kain, sehingga dapat mengurangi sampah plastik dan lebih sehat. Karena makanan panas yang dimasukkan dalam plastik berbahaya untuk kesehatan.

 

  • Referesi :

    Bank Sampah


    http://www.bumiinspirasi.or.id/2015/08/mendidik-anak-cerdas-financial-dan.html?m=1
    green.kompasiana.com dan berbagai sumber lainnya.

*Tulisan ini disadur dari materi cemilan Rabu di grup whatsapp kelas Bunsay IIP Batch 3 – Jakarta yang diposting pada tanggal 18 Juli 2018.

Selamat menikmati cemilannya…
Have a great time!

Write A Comment