Think Creative
KuliahBundaSayang IIP – Game Level 9
Tantangan #DayKe_1

Cara Menempelkan Jam Dinding Tanpa Bor dan Paku

Waktu dan Jam.

Dua hal itu yang hari ini menjadi fokus bahasan kami saat Morning Briefing tadi. Pasalnya agenda suka ada yang molor beruntun kayak efek domino karena salah satu agenda memakan waktu berlebih.

Akhirnya disepakatilah setiap satu agenda dibuat kandang waktunya atau kami sebut “Time Box”. Nah support system yang kami perlukan tentu saja jam weker atau alarm atau timer di smartphone.

Namun, ternyata tidak semua area bisa menggunakan alarm atau timer di smartphone, karena ada area-area gadget free dan juga untuk keselamatan gadget itu sendiri. Misalnya saja di kamar mandi.

Kegiatan di kamar mandi ini menjadi salah satu kegiatan yang suka makan Time Box berlebih tanpa sadar. Jadilah saya simpan jam weker di kamar mandi utama yang sebelumnya adalah jam weker kamar tidur.

Penampakan jam weker kamar tidur yang dipindah ke kamar mandi

Berhubung masih baru pindahan rumah dan belum sempat beli printilan jam dinding atau pun furnitur yang lengkap, ya jadilah seadanya. Maka kamar tidur kami pun tanpa jam dan masih kososng melompong selain kasur dan laci pakaian he he.

Oh ya! Ngomong-ngomong soal jam dinding buat kamar, jadi keingatan sama jam dinding mungil Ikea yang cantik dan murmer tapi belum sempat dipasang jua. Rencananya sih untuk di area home office di lantai 1 (meja laptop kami, he he).

Namun belum dipasang-pasang aja karena kami gak sanggup ngebor dinding yang super duper keras ini yang juga bikin polusi suara yang aduhai. he he. Apalagi kami sempat masangnya cuma malam pas tetangga pada mau tidur. Akhirnya diurungkan terus niat pasang jamnya.

Nah akhirnya jam dinding mungil itulah yang akan saya pasang di kamar tidur sebagai pengganti jam weker yang dipindah ke kamar mandi tadi.

Tapiii, gimana ya cara nempelinnya ke dinding tanpa harus ngebor dan pasangan paku?

Bagaimana kalau pake double tape foam aja biar gak usah ngebor dinding? toh ringan ini barangnya, jadi gak akan pecah kayak cermin tempo hari di kamar mandi.

Eh pas mau ditempel, ternyata si permukaan tepian lebih tinggi dibanding bagian yang bisa buat nempelin double tape foam-nya.

Trus.. gimana donk biar permukaannya rata dan bisa rekat ke dinding?

Bagaimana kalau dilapisi sesuatu semacam kardus ataau apa gitu sampai ketinggiannya sama dengan tepiannya? Yuks, coba!

Nah, jadilah saya lapisi pake kardus bekas kemasan gymball, berlapis-lapis yang sudah saya potong kecil-kecil biar muat di belakang jam seperti foto dibawah.

Double foam-kardus-double foam-kardus-double foam-kardus-double foam.

Sampe ketinggiannya hampir sama dengan tinggi tepian jam biar bisa nemplok didinding seperti foto berikut.

Jam dinding – double foam – kardus bekas dipotong kecil-kecil
Susunan kardus dan double tape foam hingga setinggi tepian jam agar menempel ke dinding. (Oia, kalau ada yang penasaran kok ukuran double foam nya gak sama? Ya karena saya asal hajar bleh, biasanya saya ukur agar ukurannya seragam untuk benda tertentu. hehe. Kali ini mah asal tempel aja karena bendanya super ringan, gak perlu hitung-hitungan seperti nempelin cermin)

Well, begitulah cerita jam dinding dan saya hari ini. He he.

Kreatif gak, buibu? he he he

Anggap saja itu cara saya berpikir kreatif agar si jam bisa nempel di dinding. sederhana banget sih tapi yaa lumayan lah ya dari pada gak jadi ditempelin karena nyerah dengan keadaan si jam. ya gak? he he he

Kalau mengingat materi kemarin tentang kreatif sih, apa yang saya lakukan ini masuk kategori kreatif. Buktinya apa?

Ini dia buktinya:

  • Kreatif itu proses penciptaan jalan keluar dari suatu masalah (Soft Skill Direktorat ITB)
  • Kreatif itu mengubah sudut pandang dari impossible menjadi I’m possible. (Tim Fasilitator Bunda Sayang IIP)
Taraa! Jam sudah bertengger di dinding berkat kreatifitas bareng si double foam dan kardus tadi. :p (Duh! maaf fotonya burem soalnya pake hape jadul 😀 )

 

Selamat belajar berpikir kreatif..
Have a great day,

Write A Comment