Membuat Planner dan Dokumentasi Tahunan Keluarga

Berbicara soal planner tahunan, apakah ada yang sudah terbiasa membuat rencana tahunan di planner book atau semacamnya?

  • Sudah? wah, selamat anda beruntung dan benar-benar terorganisir. Semoga istiqomah ya. πŸ˜€
  • Oh, ada yang belum? sama kok, banyak yang juga belum mencoba. Mungkin sekarang waktunya mencoba karena ada cara seru untuk melakukannya. πŸ˜‰

Sebelum itu, kenapa membuat planner tahunan keluarga itu penting?

Hmm, kira-kira kenapa ya?

Rasa-rasanya kita semua akan sepakat jika dengan membuat planner tahunan bersama keluarga, kita akan jadi lebih mudah meng-organize hidup kita dan keluarga serta dengan itu kita jadi memiliki rekam jejak setiap tahun yang kita lalui.

Kita akan lebih mudah memahami peran kita, goals kita dan keluarga, bagaimana cara mencapai goals tersebut mulai dari list to do harian, pekanan hingga bulanan, apa bekal dan support system yang diperlukan dalam perjalanan mencapai goals tersebut, dan tentu saja kita jadi lebih paham apa yang harus dievaluasi dan diapresiasi atau ditindaklanjuti dan lain sebagainya.

Bahkan saya jadi cukup terbantu untuk secara sadar melakukan ritual bersyukur setiap harinya dan dari setiap evaluasinya. Adaa aja mutiara hikmah yang lebih clear bisa diambil ketika kita punya rekam jejak yang cukup detail.

Bagi saya pribadi dan pak suami, ini sangat membantu sekali dalam mendokumentasikan Family Strategic Planning tahunan kami secara detail. Rekam jejak semua ada disana mulai dari misi tahunan, family projects, rutinitas, habits tracker hingga review bulanan dan tahunan.

Lho, Family Strategic Planningnya gak ditempel didinding aja?

Ada, yang kami tempel didinding itu keyword-keywordnya saja, bukan rekam jejaknya. Dengan menggunakan planner book, kami lebih mudah mencatat atau merekam jejak di manapun berada, karena bisa dibawa kemana saja. Dan bagi saya pribadi ini hal yang menyenangkan dan saya sukai.

So, planner macam apa yang kami gunakan?

Kami menggunakan teknik Bullet Journal.

Why? Karena bullet journal sifatnya lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan kami, dan kami bisa membuatnya sendiri. Saya sering kali kurang cocok dengan buku agenda yang sudah jadi, kadang kolom-kolom yang sudah disediakan tidak cukup dan menu-menu yang disediakan tidak cocok juga. Terlebih bukunya bergaris.

Saya merasa diri terbatasi dan mumet ketika bertemu dengan buku bergaris. he he. Kebetulan sejak sekolah juga saya lebih suka memakai binder polos untuk mencatat dibanding buku tulis bergaris.

Oke. Apa itu Bullet Journal ?

Bullet Journal adalah semacam sistem organizing yang mudah disesuaikan yang sifatnya kreatif dan manual menggunakan buku (motif kotak-kotak atau titik) dan alat tulis. Biasanya memuat To Do List, notebook, sketchbook, diary, monthly goals, babits tracker, weekly spread, calendar dan seterusnya. Semuanya bisa disesuaikan tergantung kebutuhan dan apa yang ingin kita tuangkan disana agar hidup lebih terorganisir.

Nampaknya metode ini akan cocok bagi orang-orang yang menyukai sesuatu yang sifatnya terorganisir, mudah diukur dan dievaluasi, artsy, dan kreatif. Seperti saya dan mungkin anda juga. he he.

Saya menggunakan metode ini sejak setelah menikah, lebih tepatnya awal tahun 2016.

Nah, kebetulan saya sedang mempersiapkan Bullet Journal untuk tahun baru hijriah nanti. Iya, bagi kami tutup buku dan evaluasi tahunan itu In syaa Allah setiap tanggal 1 Muharram. Tahun baru Islam.

Jadi sedari sekarang saya siapkan dulu Bullet Journalnya biar nanti tinggal isi ketika sudah berganti tahun dan tidak harus lama tertunda. Kami berharap bisa mengisinya sejak tanggal 1 Muharram nanti. Tidak seperti tahun lalu yang terlambat beberapa pekan karena menyiapkan buku baru. he he

Adapun Alat yang saya gunakan untuk membuat Bullet Journal adalah:

  • Buku bermotif titik (saya menggunakan merk Muji)
  • Brush pen (saya menggunakan merk Tombow dan Sakura Koi)
  • Drawing pen (saya menggunakan merk Snowman)
  • Fine lines (saya menggunakan merk Sakura, seri Pigma Micron)
  • Sticky notes plastik kecil untuk penanda tiap bab/bagian

Haruskah alatnya itu saja?

Berhubung saya suka brush lettering, ya saya pake alat brush lettering apa pun dengan style bullet journalnya. Penggunaan alat mah bisa pakai apa saja. Bebas. Suka-suka. Tergantung selera dan style yang disukai dan diinginkan.

Berikut beberapa halaman Bullet Journal yang sudah kami siapkan, ya baru beberapa bagian saja yang sudah selesai. Cover-cover per bagian doank. he he. Detailnya mah belum.

Cover Bullet Journal kami
Cover Halaman Misi Keluarga kami
Golden Rules kami
Cover Halaman Family Project kami dan tema keseluruhan projectnya
Cover halaman kegiatan rutin kami
Cover halaman planning tahunan kami
Cover halaman lifeline kami

Sulit gak bikinnya?

Enggak. Take it easy aja. Suka-suka, tiap orang punya style dan standar masing-masing. Tidak perlu bagus-bagus amat kok. Kalau bisa bagus dan sempurna, ya Alhamdulillah anda cukup berbakat. Saya aja cuma bisa segitu-gitunya doank kok.

Kalau bagus dan sempurna tapi gak kepake dan gak jalan mah buat apa, kan? he he

Yang penting mah “gue banget” lah buat keluarga dan kebermanfaatnnya yang lebih penting.

Fokus pada progress diri dan keluarga aja. #selfreminder

Gimana, tertarik mencoba juga? πŸ˜‰

Selamat berkreasi bersama pasangan dan anak-anak biar lebih seru lagi dan rasa ownershipnya tinggi. hehe.

 

Think Creative
KuliahBundaSayang IIP – Game Level 9
Tantangan #DayKe_3

Selamat belajar berpikir kreatif..
Have a great day,

Write A Comment