Toples Syukur – Cara Kreatif Membiasakan Diri untuk Bersyukur

Alhamdulillah, puji syukur pada Allah pemberi berbagai macam nikmat. Shalawat dan salam senantiasa dipanjatkan pada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada keluarga dan sahabatnya.

Gratitude. Bersyukur.

Berbicara tentang bersyukur, sudahkah bunda bersyukur atas segala nikmat yang didapatkan hari ini?

Sudah sepantasnyalah kita selalu bersyukur. Menjadi hamba yang penuh syukur. Setiap saat kita senantiasa mendapatkan nikmat yang banyak dari Allah. Namun kadang kok diri ini masih saja terus merasa kurang. Seolah sedikit sekali nikmat yang Allah beri.

Malah banyak mengeluh. Iya. Mengeluh.

Duh, kok saya pendek sih, gendut lagi. Duh, pilek mulu. Duh, sakit kok lama amat sih. Duh, kok tetangga saya cerewet banget. Duh, kok suami saya gak perhatian banget. Duh, anak saya rewel banget susah makan. Duh, saya terlalu kurus gak enak dilihat. Duh, rumah saya kok jelek banget, kecil lagi. Duh, hape saya udah jelek.

Duh, perabotan saya kok gak ada yang bagus, sih. Duh, iri sama temen saya yang bahagia bisa liburan terus, rumahnya bagus dan bersih, anaknya pada keren nan berprestasi, mobilnya baru, aktif lagi di medsos. Duh, keluarga orang kok kompak bener ya, sementara keluarga saya kok begini. dan duh duh duh lainnya.

Masa sih, saya dan kamu gak punya rizki dan nikmat yang bisa disyukuri? Yakin kita gak punya?

Let’s stop complaining, let’s start being grateful.

Dan Dia telah memberimu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat lalim dan banyak mengingkari (nikmat Allah).
(QS. Ibrahim: 34).

Iya. Allah memberi kita kesehatan yang jika harus kita bayar amatlah mahal. Allah beri umur panjang hingga saat ini, yang kalau dibeli dengan seluruh harta kita pun tak akan sanggup membayarnya.

Dan Dialah Allah yang telah menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sering mengingkari nikmat.
(QS. Al Hajj: 66)

Namun demikianlah diri ini kadang hanya menganggap harta saja sebagai nikmat. Harta sajalah yang dianggap sebagai rizki. Padahal kesehatan, umur panjang, dan yang lebih dari itu yaitu keimanan, semua adalah nikmat dari Allah yang luar biasa dan tak akan pernah terhitung jumlahnya. Benar-benar berlimpah.

Saya. Kamu. Kita. Manusia. Katanya sering sekali lalai dengan tiga jenis nikmat. Apa gerangan tiga jenis nikmat itu?

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa nikmat itu ada 3 macam.

  1. Pertama, adalah nikmat yang nampak di mata hamba.
  2. Kedua, adalah nikmat yang diharapkan kehadirannya.
  3. Ketiga, adalah nikmat yang tidak dirasakan.

Kita mungkin hanya aware dengan nikmat yang terlihat, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, gaji yang wah, dan seterusnya. Pun kita mengharapkan nikmat lainnya yang terasa semacam berharap agar tetap istiqomah dalam beribadah, bahagia di masa mendatang, tentram hidup berkecukupan, anak-anak yang shaleh shalehah dan sebagainya.

Namun, ada pula nikmat rizki yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat. Yaitu nikmat bernafas, berkedip, masih punya akal sehat, mental sehat, badan sehat, tangan yang masih mampu masak-nyapu-nyetrika-kerja-makan-minum dll bahkan kenikmatan bersyukur itu sendiri.

Rizki dari Allah itu sangatlah banyak, termasuk anak adalah rizki, keluarga, sahabat, ilmu, hujan, tubuh yang berfungsi dengan baik, waktu senggang, bahkan surga pun adalah nikmat rizki yang selalu kita harapkan dan pinta dalam do’a dan angan.  Yuks, belajar lagi untuk menjadi hamba penuh syukur bersama keluarga. Jadi hamba yang Allah sukai.

Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
[Q.SAl-Baqarah :152]

Bahkan rumus nikmat itu unik sekali, makin kita syukuri akan makin bertambah nikmat yang kita dapatkan.

Sebagaimana firman Allah yang Maha kaya, Maha Sejahtera Maha Terpuji, Sang Pemberi Nikmat:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(QS. Ibrahim: 7).

Nouman Ali Khan dalam seri Qur’an Weekly bertema stop complaining & Be Grateful menjelaskan tentang ayat diatas.  Bersyukur juga merupakan suatu sikap, gaya hidup dan cara berfikir. Sehingga kita dapat terus bersyukur.

Jika kita menunjukkan rasa syukur itu walau hanya sedikit saja, Allah berkata bahwa “Aku akan menambah (nikmat) kepadamu”.

Allah biasanya menyebut kata “Kami” dibanding kata “Aku” dalam Al-quran. Namun dalam ayat ini Allah menggunakan kata “Aku”. Menurut NAK, hanya pada permasalahan yang amat besarlah Allah menggunakan kata “Aku”. So, perihal bersyukur ini berarti adalah hal yang sangat besar dan penting.

Dijelaskan juga bahwa ayat ini adalah khutbah yang diberikan oleh nabi Musa AS untuk bani Israil. Persis setelah mereka melewati laut yang terbelah, kemudian mereka teringat pengalaman buruk atas kepemimpinan Fir’aun. Mereka mengalami banyak penderitaan.

Menariknya Nabi Musa tidak memberikan khutbah tentang kesabaran saat itu. Sementara jika kita teringat kejadian buruk atau mengalami hal buruk, biasanya kita lebih spontan memberi nasihat untuk bersabar.

Namun nabi Musa Alaihis Salam malah memberikan khutbah tentang bersyukur. Why? Karena kamu tidak akan mungkin bisa bersabar jika kamu tidak memiliki rasa syukur. Dan jika kamu tidak bisa bersyukur, maka kamu tidak bisa melihat sedikitpun kebaikan dalam hidupmu.

Ini dia kata-kata pamungkasnya biar kita ingat untuk berhenti mengeluh dan membiasakan diri untuk bersyukur.

“Bila anda tidak sabar, anda mulai mengeluh. Dan fakta bahwa anda mengeluh adalah pertanda bahwa anda tidak bersyukur”

Nouman Ali Khan

Mari Bersyukur Dari yang Sedikit

Betul, kalau hal kecil saja tidak bisa kita syukuri, maka bagaimana dengan hal yang besar?

Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.”
(HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).

Lalu, bagaimana caranya bersyukur?

Bersyukur tidak hanya dengan mengucapkan Alhamdulillah semata. Bahkan sangat perlu memahami makna Alhamdulillah, karena itu bukan sekedar ucapan biasa melainkan ada konsekuensi yang harus dilakukan. Ustadz Nouman pernah membahas khusus tentang ini.

Bersyukur itu attitude, lifestyle dan cara berfikir. Sehingga kita dapat terus bersyukur dalam keseharian kita.

Coba perhatikan ibarat syukur yang diungkapkan oleh Ibnul Qayyim,”

“Syukur itu dengan hati, dengan tunduk dan merasa tenang. Syukur itu dengan lisan, dengan memuji dan mengakui. Syukur itu dengan anggota badan, yaitu dengan taat dan patuh pada Allah.” (Madarij As-Salikin, 2: 246)

Bagaimana cara saya dan keluarga membiasakan diri untuk bersyukur?

Banyak. Banyak cara untuk membiasakan diri dan keluarga untuk bersyukur. Banyak ide kreatif untuk bersyukur jika mau dicari.

Salah satu cara kami adalah dengan membuat Gratitude Jar alias Toples Syukur. Kami mengisinya setiap hari diakhir sore sebelum menutup hari dengan evaluasi harian.

Sebenarnya tidak hanya cara ini yang kami lakukan. Tapi kali ini saya akan bahas satu dulu.

Toples Syukur

Ini penampakan Toples Syukur kami.

Apa yang kami tulis? Kami membuat 4 hal yang menjadi keyword untuk kami tulis dan masukan ke dalam toples. Dengan kertas yang berbeda-beda sesuai temanya:

  1. Hal yang disyukuri dari pasangan (warna pink)
  2. Hal yang disyukuri dari diri sendiri (warna orange)
  3. Hal yang disyukuri dari orang lain & lingkungan (warna kuning)
  4. Hal yang disyukuri dari hal atau kejadian yang tidak menyenangkan (warna ungu)

Apa Alat yang kami gunakan?

Peralatan yang digunakan untuk membuat Toples Syukur: Toples bekas, pita, kertas tebal untuk quotes hiasan, gunting, sticky notes berbagai warna dna alat tulis.
  1. Toples kaca bekas (Bisa bekas madu/kue/atau apapun yang ukurannya sedang, dicuci bersih dan dihilangkan dari label-label yang menempel). Jika lebih suka toples baru, silahkan hehe. Saya hanya memanfaatkan barang bekas untuk didaur ulang agar bermanfaat lebih..
  2. Sticky notes persegi panjang kecil berbagai warna (4 warna)
  3. Alat tulis
  4. Pita untuk hiasan toples
  5. Kertas bekas warna putih tebal/kertas karton/HVS tebal atau apapun untuk menulis quotes yang bisa digantung di pita nanti dan diikat di leher toples (Ini optional, bisa juga menggunakan kertas sticker dan langsung ditempel di toples, silahkan berkreasi sendiri)

Lalu kalau sudah diisi dan penuh, diapain donk itu isi toplesnya?

Jawabannya adalah dibaca bersama di waktu yang sengaja disenggangkan. Bisa di saat forum keluarga atau momen lainnya sesuai kesepakatan berasama keluarga.

Hasilnya akan diluar dugaan. Banyak efek positif yang In syaa Allah akan didapatkan. Gak percaya? coba ja he he

Sebelumnya kami berencana membukanya setahun sekali di akhir tutup buku saat 1 Muharram, eh ternyata sebulan sudah penuh. Kami mencoba sebulan sekali. Sekarang eh seminggu aja sudah penuh. Jadilah kami buka dan baca seminggu sekali, sekalian evaluasi mingguan.

Seru.

Ternyata dalam seminggu itu banyak hal mulai dari yang sepele, lucu, memalukan sampe yang sedih dan mengharukan sampe ke hal-hal besar yang tak terduga yang kami syukuri. Banyak hal yang selama ini sebelumnya tidak kami sadari dan syukuri. Alhamdulillah

Bahkan karena ada bagian hal yang disyukuri dari pasangan, rasanya kami jadi semakin merasa berharga bagi satu sama lain, merasa diapresiasi, dicintai, dihargai, dan jadi makin kompak. Alhamdulillah.

Mau merasakan hal serupa dengan pasangan dan anak-anak?

Yuks cobain. Ditunggu loh share pengalamannya, boleh colek saya di kolom komentar atau di IG saya.. 😀

 

Sumber belajar & Referensi :

  • https://rumaysho.com/1975-bersyukur-dengan-yang-sedikit.html
  • https://rumaysho.com/14121-syukur-bukan-hanya-mengucapkan-alhamdulillah.html
  • https://rumaysho.com/2268-nasehat-lukman-pada-anaknya-1-bersyukur-atas-anugerah-hikmah.html
  • https://almanhaj.or.id/4102-anjuran-mensyukuri-nikmat.html
  • Stop Complaining & Be Grateful [Juz 13] – Nouman Ali Khan – Quran Weekly. https://www.youtube.com/watch?v=eThSNtJe7SY

Think Creative
KuliahBundaSayang IIP – Game Level 9
Tantangan #DayKe_5

Selamat belajar bersyukur dan berpikir kreatif..
Have a great day,

Write A Comment