Cara Kreatif Membiasakan Diri Mengapresiasi Pasangan

Apakah bunda sudah terbiasa untuk saling mengapresiasi bersama pasangan?

Alhamdulillah kalau sudah apalagi sudah terbiasa, alias menjadi habit.

Nah bagi yang belum terbiasa seperti kami, rasanya penting sekali untuk menjadikannya sebagai habit. Bukan, bukan berarti selama ini kami tidak pernah saling mengparesiasi. Melainkan tidak menjadikannya sebagai habit aja.

Kenapa sih penting untuk kami jadikan habit? Karena kami ingin fokus pada kekuatan diri dan pasangan.

Mengapa fokus pada kekuatan diri dan pasangan begitu penting? Ya. Karena itu adalah modal awal alias landasan untuk terbangunnya sebuah A home team. Dengan kami fokus pada kekuatan pasangan, kami bisa:

  1. Lebih mudah untuk membangun komunikasi produktif
  2. Berbagi peran yang sesuai dengan kekuatan masing-masing sehingga lebih mudah mencapai aktivitas 4E
  3. Memupuk rasa percaya diri, dicintai dan perasaan berharga satu sama lain. Self worth bisa makin naik.
  4. Lebih mudah untuk bekerjasama sebagai “kita” bukan lagi sebagai “aku” atau “kamu”Β  sehingga lebih kompak sebagai A home team

Bagaimana tidak, kan diakui serta diapresiasi atas kekuatan diriΒ  oleh pasangan itu sesuatu banget ya rasanya. Sama seperti ngefek banget kalau dibahas terus kelemahan kita oleh pasangan. Bikin bete, kesel, akhirnya saling serang kelemahan masing-masing, boro-boro deh kompak dan merasa dicintai.

Teringat bahasan soal A home team yang kami ikuti dari Bu Septi dan pak Dodik tempo hari. Pak Dodik pun membahas terkait hal ini. Beliau menjelaskan bahwa ada tiga landasan untuk membangun sebuah A home team yang keren, yaitu:

  1. Komunikasi Produktif
  2. Fokus pada kekuatan
  3. Berbagi peran

Nah, kami juga ingin donk bisa membangun A home team versi terbaik keluarga kami sendiri. So, salah satu langkah awalnya adalah dengan saling mengakui dan mengapresiasi kehebatan alias kekuatan satu sama lain.

Caranya?

Kalau kami sih, setiap hari dipenghujung hari, kami menuliskan apa saja kekuatan atau kehebatan pasangan selama seharian penuhΒ  mulai dari bangun pagi hingga malam saat kami evaluasi harian.

Kami menuliskannya di sticky notes dengan diberi judul “KEHEBATAN SUAMIKU HARI INI” kemudian dicantumkan tanggalnya, baru poin-poin kehebatannya disitu. Pun pak suami membuat “KEHEBATAN ISTRIKU HARI INI”.

Saya menggunakan sticky notes warna kuning, dan pak suami menggunakan warna pink. Lalu kami tembel di dinding tembok sebelah meja kerja kami di rumah.

Langsung ditempel tanpa alas apa pun. Kami suka metode ini karena lebih praktis dan tidak merusak dinding. Kalau cabut ya mudah dan tanpa bekas. Sebagaimana selama ini kami menggunakan dinding untuk nempelin segala jadwal harian, list to do dan lainnya menggunakan sticky notes. He he. (Maklum pecinta sticky notes πŸ˜› )

Hasilnya?

Kami selalu penasaran setiap pasangan selesai menulis. Kemudian diam-diam membacanya atau kadang saling membaca bersamaan.

Dan…. hasilnya tak terduga dan rasanya bahagiaaa banget. Kami kadang saling cengengesan bacanya dan sering berakhir dengan ucapan terimakasih dan pelukan. Aheuy. Bondingnya serasa makin terpupuki. Alhamdulillah

Oia, ternyata yang diapresiasi pasangan tentang kita kadang luput dari penglihatan diri sendiri, dan bahkan serasa menemukan kekuatan atau ketertarikan diri yang tidak disadari selama ini. Suka deh dengan cara ini.

Next mudah-mudahan bisa lebih kreatif lagi dalam mengokohkan pondasi membangun A home teamnya. Aamiin.

Maaf yaa, sticky notes yang sudah diisinya gak berani difoto he he rahasia perusahaan plus untuk menajga hati biar nanti bunda-bunda fokus sama kekuatan pasangannya aja, bukan sama kekuatan keluarga lain. Hihi #alesan πŸ˜›

Contoh menempelkan sticky notes di tembok

Think Creative
KuliahBundaSayang IIP – Game Level 9
Tantangan #DayKe_7

Selamat belajar bersyukur dan berpikir kreatif..
Have a great day,

Write A Comment