KuliahBundaSayang IIP – Game Level 10
Tantangan #DayKe_1

Anak SD vs Mahasiswa

Adakah yang pernah mengalami drama ala ala sinetron bawang merah bawang putih dengan orang yang menganggap kita saingannya? Padahal kita tidak menganggapnya saingan. Malahan kagum dengannya.

Saya pernah.

Saya bertemu dengan seseorang yang dia merasa saingan dengan saya. Padahal, saya menganggapnya teman dan tidak ada sama sekali perasaan bahwa dia pun adalah saingan saya.

Hanya saja, sepertinya dia melihat hal-hal yang dia inginkan ada pada saya, sehingga dia terkesan kalah oleh saya dan ingin mengalahkan saya dalam beberapa kesempatan sekedar untuk menunjukkan bahwa dia pun bisa mencapai apa yang telah saya capai. Padahal hal yang dia bahas merupakan bidang keahlian saya sementara dia tidak mendalami sedikit pun bidang itu, hanya sekedar tahu permukaan saja yang tak lengkap. 😀

Atau saat saya tahu sesuatu dan yang dia sebarkan adalah salah, ketika diingatkan baik-baik dengan santun eh malah membuli kita.

Pernah saya baper dengan tingakahnya dan sampai saya mempertanyakan diri sendiri apa benar saya gak kompeten dan langsung merasa bodoh sebodoh-bodohnya dibanding dia. Ha ha. Maklum saat itu inner child saya yang ambil kendali. Merasa ada penolakan yang familiar dan perasaan direndahkan.

Padahal jelas saya tahu bahwa membandingkan diri dengan orang lain dan menelan bulat-bulat apa yang orang katakan tentang kita, bukanlah prilaku yang baik pun apa pula tujuannya selain menyakiti diri sendiri? Terlebih jika orang tersebut bukanlah orang yang kompeten dibidangnya untuk menilai saya.

Dia seperti anak kecil yang merengek dan menangis ingin mencapai impiannya tapi karena belum tercapai dia tantrum dan orang yang kebetulan ada dihadapannya dia salah-salahkan dan dia rendahkan. Seperti merendahkan orang lain untuk mendinggikan diri sendiri.

Tetiba ngobrol sama pak suami tadi sore dan kami mendapat insight perumpamaan kisah dongeng seperti seorang anak SD yeng petantang petenteng datang ke seorang mahawasiswa lalu menantangnya untuk bertarung dan mengatakan:

“Ayo sini lomba desain baju, pasti kamu kalah.” teriak si anak SD kepada seorang mahasiswa jurusan desain fashion terbaik

atau

“Matematika aku nilainya 9 lho, kamu pasti kalah dalam berhitung” tukas si anak SD pada mahasiswa jurusan Matematika ber-IPK 4

Si anak SD ini tanpa sadar sedang membandingkan dirinya dengan si mahasiswa yang tidak sebanding dengannya untuk diajak bertarung. Hanya saja, ego si anak kecil yang sudah merasa kalah duluan justru membuatnya gelap mata untuk melihat siapa lawan tandingnya.

Jadilah dia berusaha merendahkan lawan tandingnya semampu dia agar dia tetap merasa lebih unggul. Yang pada kenyataannya, si mahasiswa bukanlah level tandingannya. Gak apple to apple.

Bahkan ada yang sampai si anak SD itu merendahkan si mahasiswa dengan hal yang sebenarnya tidak berkaitan dengan kasusnya, hanya karena tidak mau terlihat lebih tidak tahu dibanding si mahasiswa.

Misal:

“Kalau kamu mau diterima di rumah ini, kamu gak boleh terkesan lebih pinter dari saya… diam saja meski saya salah. Lihat tuh orang lain juga diam saja dan tidak mengajari saya apa yang benar dan salah. Jomblo sih. kapan nikah?” teriak si Anak SD yang baper karena diberitahu sang mahasiswa yang kost di rumahnya bahwa 1+1 itu 2 bukan 11

Nah pertanyaannya:

  • Lantas sikap apa kira-kira jika kita ada di posisi sebagai si mahasiswa ketika menanggapi si anak SD tersebut?
  • Apakah sebagai mahasiswa kamu mau tersulut oleh omongan si anak SD itu?
  • Apakah mau bertarung dengan dia yang bertingkah kekanak-kanakan itu?
  • Pantaskan sebagai mahasiswa kamu baper dan bersedih hati dengan tingkah si anak SD itu?
  • Pantaskan sebagai mahasiswa kamu merasa diri kamu bodoh dan gak kompeten hanya karena omongan si anak SD itu?
  • Apakah realita bahwa kamu mahasiswa terbaik itu hilang hanya karena omongan si anak SD itu?

Tentu sebagai orang yang dewasa kita punya jawaban dan pilihan yang lebih bijak bukan?

Demikian insight hari ini yang terbantu dengan secuil dongeng anak SD vs Mahasiswa. :p

 

Selamat Belajar Mendongeng…
Have a great day,

Write A Comment