KuliahBundaSayang IIP – Game Level 10
Tantangan #DayKe_2

Bagaimana ya ngajak para bapak (ibu-ibu juga sih macam saya, he he) agar memiliki hidup sehat sehingga perutnya pun tidak buncit lagi?

Nah, tantangannya kadang tidak semua memiliki motivasi karena malas, sudah terlanjur enak, dan mungkin tidak tahu cara & keutamaan untuk menjaga pola makan serta akibat buruk dari perut besar.

Selain dari sudut pandang kesehatan, pun dalam Islam ini menjadi salah satu bahasan penting karena Khalifah Umar pernah membahas ini serta ada beberapa dalil terkait hal ini.

Maka saya coba ceritakan secuil dongeng tentang kisah Khalifar Umar dan Si Perut Besar. Kisah ini juga pernah saya tonton di serial Omar bin Khattab, sebuah mini sejarah televisi Arab yang diproduksi dan disiarkan oleh MBC1 dan disutradarai oleh Hatem Ali.

Kisah yang bikin makjleb bagi saya pribadi ini juga saya ceritakan ke pak suami yang kini jadi lebih giat untuk menurunkan berat badan dan mengencangkan perutnya. Semangat six pack pak. 😀 hehe

Berikut kisahnya:

Nasihat Khalifah Umar tentang Perut Besar

Suatu hari saat Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu mengontrol kondisi pasar beliau bertemu seseorang yang perutnya buncit. Kemudian beliau bertanya kepadanya;

“Kenapa perutmu besar seperti ini?”
“Ini karunia dari Allah,” jawab orang tersebut.
“Ini bukan berkah, tapi azab dari Allah!”, seru Umar.

Ia pun melanjutkan dan berseru pada semua orang yang ada di pasar tersebut,

“Hai sekalian manusia. Hindarilah perut yang besar. Karena membuat kalian malas menunaikan shalat, merusak organ tubuh, menimbulkan banyak penyakit. Makanlah kalian secukupnya. Agar kalian semangat menunaikan shalat, terhindar dari sifat boros, dan lebih giat beribadah kepada Allah.”

Dalil Tentang Gemuk karena Banyak Makan

Ada beberapa dalil juga yang menunjukkan celaan bagi orang gemuk karena banyak makan. Diantaranya,

Dari Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ، إِنَّ بَعْدَكُمْ قَوْمًا يَخُونُونَ وَلاَ يُؤْتَمَنُونَ، وَيَشْهَدُونَ وَلاَ يُسْتَشْهَدُونَ، وَيَنْذِرُونَ وَلاَ يَفُونَ، وَيَظْهَرُ فِيهِمُ السِّمَنُ

“Generasi terbaik adalah generasi di zamanku, kemudian masa setelahnya, kemudian generasi setelahnya. Sesungguhnya pada masa yang akan datang ada kaum yang suka berkhianat dan tidak bisa dipercaya, mereka bersaksi sebelum diminta kesaksiaannya, bernazar tapi tidak melaksanakannya, dan nampak pada mereka kegemukan”.
(HR. Bukhari 2651 dan Muslim 6638)

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ أُمَّتِى الْقَرْنُ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ… ثُمَّ يَخْلُفُ قَوْمٌ يُحِبُّونَ السَّمَانَةَ، يَشْهَدُونَ قَبْلَ أَنْ يُسْتَشْهَدُوا

“Sebaik-baik umatku adalah masyarakat yang aku di utus di tengah mereka (para sahabat), kemudian generasi setelahnya. Kemudian datang kaum yang suka menggemukkan badan, mereka bersaksi sebelum diminta bersaksi.”
(HR. Muslim 6636 dan Ahmad 7322)

Keterangan al-Qurthubi (w. 671 H) ketika menyebutkan hadis di atas, beliau mengatakan,

وهذا ذم. وسبب ذلك أن السمن المكتسب إنما هو من كثرة الأكل والشره، والدعة والراحة والأمن والاسترسال مع النفس على شهواتها، فهو عبد نفسه لا عبد ربه، ومن كان هذا حاله وقع لا محالة في الحرام

Hadits ini adalah celaan bagi orang gemuk. Karena gemuk yang bukan bawaan penyebabnya banyak makan, minum, santai, foya-foya, selalu tenang, dan terlalu mengikuti hawa nafsu. Ia adalah hamba bagi dirinya sendiri dan bukan hamba bagi Tuhannya, orang yang hidupnya seperti ini pasti akan terjerumus kepada yang haram…

Mari coba juga renungkan perkataan sahabat Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu berikut ini,

مَنْ لَمْ يَعْرِفْ نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْهِ إِلاَّ فِي مَطْعَمِهِ وَمَشْرَبِهِ فَقَدْ قَلَّ عَمَلُهُ وَحَضَرَ عَذَابُهُ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ غَنِيًا عَنِ الدُّنْيَا فَلاَ دُنْيَا لَهُ

“Siapa yang tidak mengenal nikmat Allah padanya, ia hanya tahu nikmat makan dan minum saja, tentu amalannya akan berkurang, siksa akan mendatanginya. Siapa yang tidak merasa puas dengan nikmat dunia, maka tidak ada dunia untuknya.” (Hilyatul Auliya’, 1: 210)

Perut Nabi Muhammad tidak Buncit

Pun ada keterangan lain yang patut dijadikan teladan dari nabi besar kita, Muhammad Shalallahu alaihi wassalam mengenai ciri fisik beliau. Tentu saja ini ada kaitannya dengan kebiasaan beliau dalam menjaga makan dan berolahraga sehingga perutnya tidak buncit atau besar.

Dari Al-Hasan, dari Hindi, ia berkata, “Rasulullah itu berdada lebar. Antara perut dan dada berukuran sama.” (HR. Ath-Thabarani dan Az-Zabidi)

Dari Ummu Hani, ia menuturkan, “Saya tidak melihat bentuk perut Rasulullah kecuali saya ingat lipatan kertas-kertas yang digulung antara satu dengan yang lain.” (HR. Ath-Thabarani) dalam riwayat lain: “perutnya bagai batu-batu yang bersusun”.

What? “bagai batu-batu yang bersusun” ? apa gerangan.. mungkinkah sixpack? Ayo bapak-bapak… semangat! 😛

Wallahu’alam.. Semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk menjaga tubuh tetap sehat, makan secukupnya sesuai kebutuhan dan olahraga rutin agar sehat bugar sehingga tida malas dan makin giat beribadah menjadi hamba terbaik dimata Allah. Aamiin

Makanlah untuk Hidup bukan Hidup untuk makan.

Perut sumber penyakit:

الْمِقْدَامَ بْنَ مَعْدِيكَرِبَ رضي الله عنه يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ «مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ حَسْبُ الآدَمِىِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ غَلَبَتِ الآدَمِىَّ نَفْسُهُ فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ». ابن ماجه

“Al Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang manusia mengisi sebuah tempat yang lebih buruk daripada perut, cukuplah bagi seorang manusia beberapa suapan yang menegakkan punggungngya, dan jika hawa nafsunya mengalahkan manusia, maka 1/3 untuk makan dan 1/3 untuk minum dan 1/3 untuk bernafas.” HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2265.

 

Daftar Pustaka :

  • Serial Omar Ibn Khattab
  • https://rumaysho.com/11146-hanya-memikirkan-nikmat-perut-amalan-tentu-berkurang.html
  • https://muslim.or.id/9056-hidup-sehat-dengan-mengamalkan-sunnah.html
  • https://konsultasisyariah.com/24182-allah-benci-orang-gendut.html

Selamat Belajar Mendongeng…
Have a great day,

Write A Comment